e-learning dalam penerapan syllabus perkuliahan
ICT Pendukung Utama
Dunia pendidikan khususnya KAMPUS adalah hal yang tidak bisa di pisahkan dari Bangku,Kursi,Alat Tulis, Mahasiswa, Dosen dan Civitasnya. Akan tetapi di zaman yang serba moderen dimana ICT (Information Communication Technology) di jadikan sebagai alat pendukung yang utama, maka seyogyanya dianjurkan untuk menerapkan cara belajar aktif dan dinamis dengan pengayaan materi yang tidak tergantung pada tatap muka atau pertemuan di kelas saja, karena semua itu bisa di dapat dari Internet dan alat elektronik lain seperti (CD Copy, Flash Disk, Hardisk) atau interface yang lain sesuai dengan perkembangan zaman.
Web Sebagai Pendukung Penerapan Syllabus Perkuliahan
Banyaknya software belakangan ini baik yang License atau Open Source sangat mendukung sekali dalam mendevelop Web yang interaktif, Kita tinggal ambil keputusan mana diantara dua diatas yang lebih efektif dan efesien dalam biaya dan penggunaanya pada setiap pemanfaatan e-Learning yang di terapkan. Di harapkan pada setiap Penerapan Syllabus Perkuliahan materi perkuliahan yang di Upload pada Web e-Learning bisa di bagi per materi atau per bab sesuai dengan kebutuhan perkuliahan Contoh: Web Desain dalam Pdf dan Web Desain dalam PowerPoint , untuk setiap mata kuliah yang ditawarkan di semester Gasal atau Genap, jadi lebih memfasilitasi para Mahasiswa untuk berprilaku mandiri sesuai dengan aturan dan tata tertib kampus yang ada. seperti aturan – aturan akademik pada umumya.
Memonitor Hasil e-Learning yang Ada
Untuk memonitor Mahasiswa yang meng aces Web e-Learning yang ada, maka Dosen tinggal memantau dari seberapa sering para Mahasiswa/i Login atau berkunjung. sehingga pada saat yang di tentukan Dosen bisa mengadakan Ujian sesuai dengan Kalender Akademik pada Universitas atau Sekolah Tinggi tersebut. Untuk mengontrol apakah e-Learning yang diterapkan berhasil atau tidak maka, Pengelola (Pimpinan) bisa melihat dari hasil Ujian yang telah di kerjakan oleh para Mahasiswa/i. demikian dan harus selalu di review atau di pantau terus akan kemajuan dan penurunan hasil dari para Mahasiswanya.
Efektifitas, Efisiensi & Manfaat Belajar dengan e-Learning
Kekurangan dan kelebihan bukan hal yang harus dipisahkan tapi kekurangan adalah hal yang harus di perhatikan dan disikapi agar kelak tidak akan terulang atau di minimalisir sehingga akan di antisipasi dan di carikan solusinya setelah kita mengetahuinya. Media belajar yang di fasilitasi dengan tool atau interface apapun harus di pikirkan dari sisi efektif, efisiensi dan manfaatnya agar apa yang telah kita rencanakan dan buat tidak menjadi sia – sia tapi bermanfaat buat obyek yang kita targetkan khususnya dan orang lain pada umumnya.
Komentar Mas Amin beberapa kalimat:
“maka mau tidak mau”
he…he…agak lucu kalimat ini
“Untuk memonitor sang Dosen bisa membuka kolom diskusi pada Web e-Learning yang ada ”
agak bingung sy mas dengan korelasi alinea sebelumnya
“Dosen tinggal mengadakan Ujian ” he..he…lucu juga kalimat ini mas…
demikian masukan sy teman lama untuk blog mas amin….pesan sy sih kalo bisa S P O K lebih dibagusin lagi serta keterkaitan antar alinea….
sorry loh mas, ini hanya masukan semoga diterima…
Kami haturkan terimaksih atas masukan dan saranya.
kita juga lagi ngembangin e-learning…
tapi masih mentah sih, maklum belum ada waktu utk negmbanginnya.
salam
Om, kalimatnya dibaca sudah lumayan mengalir, tapi masih belum enak dan orang mungkin masih belum bisa membedakan apakah ini tulisan berupa lesson description, tutorial, artikel, trik atau apa? Mungkin bisa diperbaiki lagi, semoga tambah bagus, apalagi dilengkapi dengan grafik-grafik/ image sebagai materi pendukung agar lebih visual lagi.
Tks
nice post… salam kenal…
Setuju mas.. memang e-learning sudah sepatutnya diberdayakan di negeri kita ini. Tidak hanya untuk mereka yang kuliah di tempat pelaksanaan e-learning itu, tapi memungkinkan ‘mahasiswa’ yang tidak memiliki rejeki duduk dikuliahan secara de facto dapat mendapatkan ilmu. Konsep e-learning seperti itu yang seharusnya bisa direalisasikan untuk bangsa ini agar semua warga negara indonesia cerdas dan berpendidikan.
Nah terkait e-learning ke dalam, mungkin sifatnya adalah konsep UT .. dimana mahasiswa blajar dirumah dg bekal materi online itu, lalu tetap ada waktu pembahasan bersama yang mungkin mengakomodir kesulitan2 yg ditemui oleh mahasiswa. Bahkan kalo perlu lebih kepada study case sehingga mahasiswa bisa mengetahui kasus yang ada, mencarinya dan mencoba problem solving dari case yang ditemui. lalu didiskusikan saat waktu ketemuan dikelas.. dan itupun sebaiknya diskusi terbuka alias mahasiswa lain bisa menanggapinya
yup.. yg penting how to e-learning itu mas.. biar ga bias ato malah bikin malas mahasiswa. karena ga kuliah tatap muka, eh malah maen ke tempat yg ga jelas.. kalo perlu selalu update tuh tugas2nya
hehe.. salam
sip mas, maju terus pantang kendur BLOG-nya…..
sekilas pengantar mas:
http://iit.bloomu.edu/Spring2006_eBook_files/chapter1.htm#h1_1
Teknologinya sudah ada dan murah. Tinggal mengubah kebiasaan aja. Good luck…
http://orisinil.com
rekan-rekan pengunjung yang saya hormati, saya ingin menyampaikan e-Learning lewat tulisan “e-learning dalam penerapan syllabus perkuliahan”. jadi tulisan ini memang saya mencoba mengarahkan kesana, untuk itu mohon masukan dan sarannya untuk segala kekurangan tulisan ini, saya ingin menghaturkan terimaksih bagi rekan rekan yang telah memberi masukan positif untuk tulisan ini.
Sebenarnya sih gak masalah Mas Amin, cuma kendala apakah semua mahasiswa mempunyai komputer dan jaringan internet untuk mengaksesnya.
Sedangkan biaya internet di negara yang kaya raya ini (katanya) masih mahal Mas…gimana dunk
Tapi gw tetap dukung Mas Amin Jadi Bupati Pemalang (lah gak nyambung kali ye…hehehe)
Nice Blogs… good articles… friend..
keep move bwt mewujudkan e-learning…
Saya setuju e-learning harus disosialisasikan lebih luas lagi. Terutama di era informasi saat ini, kalau mau sukses harus memiliki akses informasi yang luas, dan salah satu solusi jitu memperoleh informasi yang tidak terbatas adalah dengan memanfatkan metode e-learning berbasis internet. Pembelajaran e-learning dapat dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu e-learning formal dan informal. Bila kita melihat konteks e-learning informal, yang lebih kepada sharing informasi diantara pengguna, sharing pengetahuan dalam bentuk forum, mailing list, maka manfaat e-lerning akan sangat bagus. Di lain pihak, metode e-learning formal untuk pendidikan/perkuliahan, secara pribadi saya kurang setuju loh pak, tetapi kalau kombinasi antara metode e-learning dan metode konvensional, di mana frekuensi tatap muka antara pengajar dan yang diajar tetap dilakukan, nah yang ini saya setuju bangat.
Metode e-leaning murni dalam bidang pendidikan dapat saja dilakukan bilamana kondisi pelaksanaan secara konvensional tidak bisa dilakukan, misalnya untuk daerah-daerah yang sangat terpencil (di pelosok negeri) yang sudah dijangkau secara langsung, atau juga untuk kelas karyawan pada level tertentu yang memiliki kesulitan menyediakan waktu untuk tatap muka secara langsung, atau jangkauan pelajar/mahasiswa yang sangat luas (lintas negara). Akan lebih afdol kalau penerapan metode e-learning ini dilakukan dengan tetap mengkombinasikannya dengan metode konvensional, untuk menjaga kualitas pendidikan dan output pembelajarannya. Kira-kira begitu opini dari saya pak Amin…
Yoo pak Amin,
E-learning jadi mantabbb bila dilakukan video recording
selama perkuliahan atau ada camera live dan di broadcast
langsung melalui youtube.
Pasti semua murid senang belajar dari tempat tidur, kafe, tempat hiburan dll.
Ok pak segitu dulu …
Thanks.
Salam Sukses.
mr.black.
Saya sudah coba http://ecampus.poltekkes-pdg.ac.id/
Proses yang saya lakukan:
1. Registrasi
2. Memilih mata kuliah
Belum mengerti kelanjutannya bagaimana, mungkin melalui e-mail akan dikirim topik-topik perkuliahaan, tugas dan lain-lain.
Tapi sekilas konsepnya sudah bagus.
Tq
Wili
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
, syerem…), tapi, dengan e-learning, apakah harus merombak sistem awalnya? atau, masuk ke website lalu tercatat ke log?
, lalu bagaimana dengan yang “tidak mampu” ke warnet
Siang Pak Amin, dan salam kenal juga.
Hebat nih tulisannya Pak. Dengan kolaborasi ICT dan koneksi internet, sungguh enak ya.
Ane tambahkan komentar 11 dari MazIan (dibaca Mas Ian kali ya)
“Tapi untuk masalah ini, warnet kan banyak, atau hotspot koneksi wifi ada yang free, jadi kalau masih satu area, bisa numpang kan.”
Nah, ini ada kasus lain, bagaimana dengan kampus yang mewajibkan mahasiswanya tetap hadir (absensi 70%, alpa kehadiran maks 4 x)
Padahal mhs tersebut bisa (artinya dalam ujian dia bisa mengerjakan semua soal), dan kampus sebenarnya tidak masalah, karena adm/registrasi krs dll dan pembayaran tidak terhambat, dan dosen-pun lebih santai karena tidak perlu bermacet-macet dan tidak harus serak karena kehabisan suara (untuk 40 mahasiswa misalnya
atau, Ada komen lain?
أحمد أنصارئ
[...] sesuai dengan kebutuhan perkuliahan Contoh: Web Desain dalam Pdf dan Web Desain dalam PowerPoint (e-learning dalam penerapan syllabus perkuliahan ), untuk setiap mata kuliah yang ditawarkan di semester Gasal atau Genap, jadi lebih memfasilitasi [...]
jaman udah maju ya…. belajar bisa lewat e-learning doang… lalu apa gunanya dosen dan guru dong? masa gak ada interaksi sama sekali secara langsung sih? hehe… menurut gw sih, elearning levelnya gak jauh beda dengan buku or text book seperti yang ada selama ini…
Om, saya mau share 2 pengalaman unik nih..
1. Suatu ketika saya bertemu dosen adik saya yang merupakan mahasiswa teknik di UGM, saya menceritakan bahwa di trisakti sering diadakan ujian Open Note atau bahkan Open Book. Dosen tsb ketawa sampe mau nangis om.. trs dia nanya “sebegitu bodohkah mahasiswa trisakti sehingga harus ujian seperti itu?”. Kemudian saya jelaskan saja bahwa kampus kami sudah lama meninggalkan cara belajar yang berorientasi kepada proses, saya tidak mengatakan bahwa hal itu berarti kami berorientasi pada hasil, tetapi lebih kepada kemampuan mahasiswa untuk mendayagunakan ilmunya pada hal-hal yang lebih bersifat praktis. Di negara kita banyak kok orang-orang jenius, guru besar yang sangat dihormati, bahkan profesor2 yang membuat teori2 baru. tapi kenapa negeri kita ini malah berjalan terseok-seok… terlalu banyak teknologi dan teori yang diciptakan tetapi kemudian tidak ada yang memanfaatkannya. hanya menjadi RONGSOKAN.
—> saya gak mau e-learning yang banyak digembar-gemborkan hanya ikut menambah daftar rongsokan negeri kita om..
2. “Pak Romy, apa artinya Web 2.0?” Saya bertanya di sela2 pameran di Deprin. “Oh itu paradigma baru dalam pengembangan website dimana Konten tidak lagi disediakan oleh perusahaan yang memiliki website tetapi secara bersama-sama dibuat oleh perusahaan dan user yang mengakses website tersebut”. Menurut hemat saya om, dalam kasus ini teknologi web tidak lagi hanya menjadi supporting bagi bisnis perusahaan tetapi justru menjadi bagian penting yang memegang relasi antara perusahaan dan pengguna.
—> saya hanya bisa berharap bahwa pengembangan e-learning kedepannya bisa melibatkan banyak pihak terutama user itu sendiri sehingga walaupun universitas tidak lagi menyediakan konten, user dapat terus berdiskusi sesama user atau memberikan konten-konten lain yang lebih menarik
Regards,
Taufansangga
Banyak kita liat adanya sitius elearnig di berbagai lembaga pendidikan. akan tetapi maintenance yang kurang. anget di awal-awal aja. entah karena apa. admin malas update ato sumberdaya yang kurang “melek” ama sistem ini.
Atau mungkin ada utak-atik layanan SMS/e-mail yg memungkinkan “Log report” terkirim otomatis…?
Hi,,, siapapun dirimu yang punya ini blog (sorry kalo bahasaku agak sedikit kurang sopan) tolong dong kasie aku info yang lebih mendalam tentang e-learning ….
Kirim ajah materinya ke e-mail ku yang tertera di atas ….
Owya, aku mau tanya ….
Apa e-leraning itu cuma berlaku buat anak kuliahan ajha yaw ????
Thanks before …….
Sekalian salam kenal hyaaaa ….*(^_^)*
@Si Jenius Taufansangga
wah parah banget tuh Dosen UGM ngetawain dengan kaLimat sinis… kebetulan gw PascaSarjana Teknik Industri Trisakti.. gw bener2 terbantu dengan open Book or Open Note.. karena gw udah bekerja dan berkeLuarga.. sehingga hampir tidak ada waktu untuk mengerjakan latihan latihan. jadi ya terpaksa open book laaaaaah.. ini alasan yang konkret dan tidak dibuat buat lho.
Yang penting, gw tau untung rugi Open book dan closed book.. semua berbaLik kepada kita. kaLo gw ngotot open book maka kerugiannya mungkin gw kurang mahir karena jarang latihan. kLo ngotot closed book mungkin kerugiannya kerjaan jadi terbengkalai malah dimarahin bos nanti.
Salam aja Buat Dosen UGM yang gebLek itu. Beliau terlalu cepat mengambil kesimpulan. kesimpulannya ialah ketawa sampai nangis. Kasihan SekaLi.
buat Si Jenius Taufansangga dan reno
saya alumni UGM, magister ilmu komputer. kayaknya gak semua dosen mempunyai attitude yang sama dengan dosen yg ditemui mr jenius.
selama saya kuliah, ada dosen yang mengui dengan sisten open book ada juga yang close book.
tergantung dengan soal yang beliau desain buat mahasiswanya.
kalo open book biasanya cocok untuk soal2 yang sifatnya studi kasus. misal perancangan sistem jaringan komputer, pengalamatan IP, dengan soal yang luar biasa komplek mendekati dunia nyata. mahasiswa dipersilahkan membuka buku karena memang jawabannya gak ada di buku.
buku itu digunakan sebagai alat bantu analisis saja, dan dosen seperti ini akan menghargai jika mahasiswa bisa menyelesaikan soal dengan analisa dari beberapa referensi kemudian dia memberi solusi yang berbeda dari yang ada di buku.
misal begini: berdasarkan teori mr X begini, menurut teori mr Y begitu… jadi saya menyelesaikan persoalan ini dengan metode ABCDEFG.
sedangkan kalo close book, biasanya berkaitan dengan materi2 dasar yang titik beratnya memang pada aspek pemahaman mahasiswa terhadap suatu teori.
jadi jangan men-judge close book itu jelek daripada open book atau sebaliknya.
begitu saja sharing dari saya…. semoga bisa meluruskan pemahaman yang salah.
maaf yaa…. mr jenius khan baru ketemu sama segelintir dosen UGM, jadi tidak bisa dijadikan patokan atau untuk men-generalisir semua pola dosen di UGM.
terima kasih
@fenfen:
Oke, pertama2 saya ingin menyampaikan bahwa argumen Anda saya terima dan saya minta maaf bila hal itu merisaukan bagi eksistensi Anda sebagai alumnus UGM.
Selanjutnya saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa Anda telah kehilangan poin penting dalam pola pemikiran yg saya jabarkan tersebut.
1. “Suatu ketika saya bertemu dosen adik saya yang merupakan mahasiswa teknik di UGM bla.. bla.. bla…”. Dalam kalimat ini saya TIDAK men-generalisasi dosen UGM melainkan menspesifikasinya tanpa harus mengungkap identitas yang bersangkutan. Lagipula pernyataan beliau dapat saya maklumi karena disitu saya katakan bahwa beliau bukan dosen Ilmu Komputer melainkan dosen Teknik yang belum tentu menguasai ilmu yg saya kuasai.
2. “sebegitu bodohkah mahasiswa trisakti sehingga harus ujian seperti itu?”. Kalimat ini BUKANLAH poin terpenting dalam pemaparan saya. Itu hanya kalimat penunjang dari poin utama yaitu “kami sudah lama meninggalkan cara belajar yang berorientasi kepada proses, saya tidak mengatakan bahwa hal itu berarti kami berorientasi pada hasil, tetapi lebih kepada kemampuan mahasiswa untuk mendayagunakan ilmunya pada hal-hal yang lebih bersifat praktis.”
Yang perlu digaris bawahi dalam poin utama tersebut adalah “berorientasi kepada hasil” tidak sama dengan “berorientasi kepada pendayagunaan ilmu yg bersifat praktis”.
Saran saya, mata kuliah IMK yang merupakan singkatan dari Interaksi Manusia dan Komputer lebih baik diganti menjadi Interaksi Manusia dengan Kera. Saya lebih sering menjawab pertanyaan dari para pemikir yang memiliki otak kera daripada otak komputer. Maaf, bukan berarti kalimat saya merefer kepada Anda tetapi bersifat lebih general. Tolong dipahami konsep Generalisasi dan Spesifikasi.
Salam hangat dari sahabatmu yg jenius ini.
Regards,
Taufansangga
Contoh elearning untuk PT:
http://elearning.gunadarma.ac.id/
Untuk bahan ajar:
http://ocw.gunadarma.ac.id/
Untuk paper:
http://repository.gunadarma.ac.id/
Contoh Virtual Class:
http://v-class.gunadarma.ac.id
Semoga bermanfaat